Showing posts with label Centos. Show all posts
Showing posts with label Centos. Show all posts

10 Fungsi Command Prompt Pada Komputer jarang di ketahui


10 Fungsi Command Prompt Pada Komputer

Istilah Command Prompt atau disingkat dengan CMD merupakan suatu perintah dos yang ada pada sistem operasi Windows. Penggunaannya ditujukan agar user lebih mudah dalam mengeksplorasi windows secara online ataupun offline. Di sisi lain, aplikasi ini dapat juga disalahgunakan, misalnya seorang cracker yang ingin menjalankan misi-misinya dengan berbekal command prompt. Oleh karena itu, sebagai bentuk antisipasi anda sebagai pengguna perangkat computer, penting untuk mempelajari seluk-beluk command prompt supaya anda dapat memahami manfaat dan cara kerjanya.

Fungsi Command Prompt yang Belum Banyak Diketahui
Mungkin, anda mengenal CMD dari fungsinya yang hanya digunakan untuk mengecek suatu koneksi jaringan. Perlu diluruskan bahwa, CMD tidak hanya berfungsi untuk melakukan ping saja tetapi juga untuk mengetahui suatu masalah yang terjadi seperti bad sector, membereskan hardisk yang bad sector serta melihat kalau Windows yang sedang anda gunakan telah atau belum diaktivasi dan masih ada banyak lagi yang belum bisa disebutkan.

1. Mengecek Status Aktivasi Windows
Pengguna Windows sudah tak terhitung lagi jumlahnya atau bisa dikatakan sangat banyak. Namun demikian, di antara sekian banyak pengguna Windows yang ada tidak semuanya telah diaktivasi. Jika anda masih ragu apakah windows anda telah diaktivasi atau belum, gunakan saja CMD. Cara yang satu ini bisa dimanfaatkan untuk mengecek status aktivasi Windows anda, apakah sudah diaktivasi atau sebaliknya. Perintah yang dibutuhkan untuk proses pengecekan ini yaitu berupa slmgr /dlv.

2. Memperbaiki Bad Sector pada Hardisk
Jika anda menemukan bad sector pada hardisk anda, jangan berkecil hati karena command prompt bisa dimanfaatkan untuk memperbaikinya seperti semula. Dengan mengetahui hal ini, hardisk yang anda keluhkan sebagai dampak dari bad sector tersebut kini akan nomal seperti sedia kala. Adapun cara untuk memperbaikinya yaitu dengan menjalankan perintah chkdsk /r/f e: yang terdapat pada CMD atau command prompt.

3. Menyetop Aplikasi Secara Paksa
Tidak selamanya aplikasi membuat anda merasa enjoy dalam memainkannya. Bisa saja hal ini terjadi saat anda ingin mematikannya namun mengalami kesulitan sehingga perlu ditempuh cara paksa. Dalam computer, biasanya terdapat pemberitahuan not responding yang menunjukkan bahwa aplikasi tersebut tidak bekerja sebagaimana mestinya. Command prompt berfungsi untuk mengatasi masalah ini dengan cara menghentikan aplikasi yang anda keluhkan tersebut. Bersama dengan taks manager, CMD menjadi cara yang tepat untuk menghentikan program atau aplikasi secara paksa.

4. Memeriksa Kondisi Hardisk
Terkadang, ada kekhawatiran dalam diri  apakah hardisk yang kita miliki kondisinya terbebas dari bad sector atau tidak. Untuk memastikan kondisinya normal-normal saja, anda bisa melakukan pengecekan pada hardisk anda dengan memanfaatkan fungsi command prompt. Maka dari itu, anda perlu menguasai perintah dalam command prompt yang berupa wmic diskdrive get status.

5. Menyembunyikan File
Seberapa banyak file yang anda miliki? Seberapapun jumlah file yang anda miliki, perlu bagi anda untuk mengelola, menyimpan dan menyembunyikannya. JIka anda ingin menyembunyikan file anda, sebetulnya yang anda cari yaitu perintah command prompt. Command prompt dapat menjadi solusi dalam membuat file yang semula dapat dilihat dan diakses oleh pengguna lain menjadi tidak dapat lagi dilihat dan diakses pengguna lain. Adapun cara menyembunyikannya yait dengan memasukkan perintah attrib +s +h E:\CAPCOM.

6. Mematikan Komputer
Mematikan dan menghidupkan computer sudah barang tentu makanan sehari-hari anda. Yang menarik untuk disimak disini yaitu cara mematikannya, kenapa? Jika biasanya anda mematikan computer dengan cara klik Start menu lalu klik Turn Off Computer atau Shut Down, kini anda bisa mencoba cara yang berbeda dengan memanfaatkan command prompt. Cara ini memang masih terdengar asing tetapi cara ini memang ampuh mematikan atau hanya restart computer anda secara normal. Jika anda ingin mencobanya, syarat wajibnya yaitu koneksi jaringan. Untuk mengeksekusinya, perintah yang dibutuhkan yaitu slmgr /dlv.

7. Memeriksa Baterai Laptop
Pernahkah anda memperhatikan seperti apa kondisi terkini baterai laptop anda? Jika anda tidak ingin bersusah-payah dalam mengecek ketahanan, baterai dan lain sebagainya secara gampang command prompt bisa menjadi solusi yang anda cari. Yang anda perlukan disini yaitu mengetahui perintah pengecekannya seperti powercfg energy. Dengan cara yang begitu sederhana ini, anda dapat mengetahui apakah baterai laptop anda masih layak untuk anda gunakan atau justru sebaliknya.

8. Megetahui Mac Address Computer
Sebagaimana manusia, computer juga memiliki alamat yang digunakan untuk mengidentifikasinya. Persisnya, Mac address merupakan identifier unik pada perangkat keras suatu jaringan (misalnya kartu Ethernet atau kartu nirkabel). Karena bersifat unik, tentu masing-masing computer mempunyai Mac address atau alamat Mac yang berbeda pula. Untuk mengoperasikan command prompt agar Mac address anda diketahui caranya cukup mudah. Hanya dengan memasukkan perintah ipconfig/all maka alamat Mac dapat diketahui secara instan.

9. Mengetahui Instal Kapan Insatalasi Windows Dilakukan
Kebanyakan dari kita sering sekali lupa kapan terakhir kalinya kita melakukan instalasi Windows. Bisa jadi ini karena betapa seringnya kita melakukan install ulang pada PC atau laptop kita. Untungnya tanggal tepat kapan anda melakukan instalasi akan tertera pada layar kaca monitor anda dengan memasukkan perintah CMD. Adapun perintahnya yaitu Systeminfo l find /I “install date” (jangan dihapus tanda petiknya).

10. Memfungsikan Laptop sebagai Wi-Fi tanpa Tambahan Software
Salah satu fungsi penting laptop yaitu sebagai Wi-Fi. Cara ini memang tak terpikirkan sebelumnya, terlebih anda yang berpengetahuan IT ala kadarnya. Yang semula digunakan sebagai penerima Wi-Fi, ternyata laptop juga adpat digunakan sebagai pemancar Wi-Fi. Tanpa perlu tambahan software apa pun, sinyal Wi-Fi akan terpancar dari laptop anda dengan memanfaatkan perintah CMD. Yang perlu anda masukkan sebagai perintahnya yaitu netsh wlan set hostednetwork mode=allow ssid=namassidanda key=passwordanda..mroviqazzaqi.blogspot.com

Tutorial cara mudah mengkonfigurasi ip statik dan dhcp pada centos

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Dalam konfigurasi kali ini kita akan mencoba beberapa konfigurasi yaitu bagaimana mengkonfigurasi IP statik dan DHCP CentOS.
  • Konfigurasi IP Statik dan DHCP dengan Mode CLI
Yang perlu diperlu diperhatikan dalam konfigurasi IP mode CLI yaitu letak file untuk dikonfigurasi yaitu /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-enp0s3 .untuk mengeditnya kita perlu perintah untuk mengeditnya yaitu misal kita pake vi, maka perintahnya sebagai berikut
Lalu ENTER , maka akan muncul tampilan seperti berikut 


Untuk konfigurasi statik, cari baris berikut

BOOTPROTO=none
ONBOOT=yes
Rubah baris diatas seperti dibawah, tapi sebelumnya tekan tombol Insertuntuk memulai merubah. Apabila ingin dhcp rubah bagian static dibawah menjadi dhcp.
BOOTPROTO=static
ONBOOT=yes
Tambahkan baris berikut, untuk mengkonfigurasi IP statik dan sesuaikan dengan IP yang diinginkan. Apabila dikonfigurasi DHCP, maka melangkah ke langkah berikutnya yaitu save dan restart network
IPADDR=192.168.10.1
NETMASK=255.255.255.0
Atau secara keseluruhan dapat dilihat seperti , tampilan dibawah ini


Bila ingin menambahkan gateway dan DNS dapat menambahkan baris seperti berikut
GATEWAY=192.168.10.2
DNS1=8.8.8.8
Untuk menyimpan tekan ESC,Lalu ketik :qw artinya q = Quit/keluar dan w = Write/menyimpan.Tinggal restart dengan perintah berikut
Itu saja yang dapat disampaikan semoga bermanfaat, sekian terima kasih ðŸ˜Š
Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Tutorial cara mudah konfigurasi remoot access dan merubah port default dengan ssh center centos

Assalamu'alaikum Wr.Wb 
Materi kali ini pada CentOS yaitu bagaimana cara intallasi dan konfigurasi remote access dan juga merubah port default ssh server pada CentOs. Sebenarnya untuk materi ini sudah disampaikan pada materi debian, namun dalam implementasi CentOs terdapat perbedaan yaitu seperti konfigurasi port yang dijinkan (pada materi artikel).Sebelum implementasi, kita perhatikan dahulu tampilan berikut yang merupakan perbedaan dari ssh dan telnet.


Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa ssh lebih baik dibanding dengan telnet, dikarenakan telnet lebih di mudah diakses/ dipecah oleh orang lain. 
Langkah pertama yaitu pastikan mengintall paket openssh-server terlebih dahulu dengan user root
root@Server-Ku:~# yum install openssh-server -y
Setelah install paket SSH Server, kita sudah dapat mengaksesnya dengan menggunakan putty apabila menggunakan windows. Pastikan sudah mempunyai putty lalu buka dan isikan IP dari server yang hendak diakses. Lanjut dengan memilih SSH lalu open.


Apabila berhasil,maka akan muncul tampilan seperti berikut  dan tinggal login.


Selanjutnya, kita membahas bagaimana cara merubah port default dari ssh yang semula port 22 lalu kita rubah dengan port yang diinginkan. Dengan merubah port default, memungkinkan serverlebih aman lagi dibanding dengan sebelumnya. Letak file yang dikonfigurasi yaitu /etc/ssh/sshd_config.Edit file tersebut dengan bantuan teks editor vi 
 root@serverku:~# Vi /etc/ssh/sshd_config
Cari bagian Port dan rubah sesuai keiginan, tapi sebelumnya tekan insertuntuk memulai edit.


Setelah itu save dengan menakan ESC lalu ketik :wq  dan ENTER. Restart service ssh
root@serverku:~#systemctl restart sshd
Di centOs kita perlu mendaftarkan portnya agar diijinkan , dengan menginstall paket policycoreutils-python.


Tinggal kita konfigurasi dengan tool yang dimiliki paket yang telah diintall dengan perintah berikut. 

Tinggal kita konfigurasi firewallnya agar port kita inginkan di izinkan lalu dilanjutkan perintah kedua yaitu reload firewall.

Kita coba akses dengan putty dan rubah portnya 

Berhasilkah? kalo berhasil maka tampilannya akan sebagai berikut yaitu sama seperti sebelum port default diatas.



Apabila kita coba mengakses dengan port defaultnya yaitu 22 , maka akan gagal seperti tampilan berikut



Untuk konfigurasi debian dapat dibaca Cara Konfigurasi dan Merubah Port Default SSH  pada Debian. Itu saja semoga bermanfaat dan sekian terima kasih 
Konfigurasi Mengakses Server Menggunakan SSH Dan Merubah Default Port SSH Read more : https://sahroel-project.blogspot.com/2018/04/cara-mengakses-server-menggunakan-ssh.html
Wassalamu'alaikum Wr.Wb..mroviqazzaqi.blogspot.com











Tutorial cara mudah mengkonfigurasi dhcp server pada centos

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pada materi ini kita akan mempelajari bagaimana cara mudah untuk mengkonfigurasi atau setting

DHCP .dhcp server merupakan cara atau metode untuk membagikan ip server pada client yang

nantinya kita tinggal dhcp client (dhcp/automatic) pada client,sehinga admin di permudah dengan

adanya dhcp server ini  karena apabila terdapat client yang jumplahnya banyak dan di konfigurasikan

ip statik akan lebih lama dan kerepotan sendiri di banding kita menggunakan dhcp server.


Dapat di terangkan di atas  kita pakai 192.168.43.9/29(eth1) untuk server dan karena  192.168.43.9/29 maka ip client dapat  192.168.43.x (192.168.73.10-192.168.73.14)



Dalam Mengkonfigurasi paket server yaitu paket dhcp server .Install terlebih dahulu dengan perintah 

berikut: 

        root@server-ku:~# yum install dhcp -y
 Pastikan berhasil dalam instalasi paket yang diperlukan. Langkah selanjutnya konfigurasi IP servernya, seperti topologi diatas. Untuk memudahkan mengkonfigurasi IP, kita pake perintah nmtui seperti berikut :
root@Server-Ku:~# nmtui 
Lanjut dengan pilih edit a connection dan ikuti langkah selanjutnya






Konfigurasi sama seperti diatas, dan pastikan interfacenya eth1. Lanjut restart networknya
root@Server-Ku:~# /etc/init.d/network restart
Lanjut dengan mengkonfigurasi file /etc/dhcp/dhcpd.conf . Dengan bantuan teks editor nano (Bila belum terinstall, install dulu paket nano).
root@Server-Ku:~# nano /etc/dhcp/dhcpd.conf
Tambahkan konfigurasi pada akhir baris, seperti berikut 



Keterangan :
  1. subnet : IP network (Diatas 192.168.73.8)
  2. range   : Rentang IP yang dapat dibagikan ke client (192.168.73.10 - 192.168.73.14)
  3. option routers : IP dari server (192.168.73.9)
  4. option domain-name-servers : merupakan IP yang dijadikan DNS (diatas IP server)
  5. option broadcast-address : Merupakan IP broadcast (diatas broadcastnya 192.168.73.15;


Setelah itu save dengan menekan CTRL + O, Lalu Enter dan CTRL + X untuk keluar. Restart DHCP dan cek status DHCP.



Pastikan active, seperti yang ditampilkan diatas dan tinggal konfigurasi dhcp pada client dan selesai. Itu saja yang dapat disampaikan semoga bermanfaat dan sekian terima kasih. Jangan lupa apabila ada pertanyaan tinggalkan komentar pada kolom komentar yang telah disediakan 
Wasalammu'alaikum Wr.Wb..mroviqazzaqi.blogspot.com